Serusa – Rokan Hilir, Sebagai bentuk respons cepat terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kepenghuluan Serusa bersama masyarakat dan perangkat desa melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, terutama parit-parit dan semak belukar di sepanjang pinggir jalan, pada Jumat (1/8/2025).
Menindaklanjuti surat Keputusan Bupati Rokan Hilir Nomor : 381/BPBD/2025 tanggal 15 Juli 2025 tentang dukungan Pemerintah Kepenghuluan dalam penanganan tanggap darurat bencana non-alam KLB Malaria.
Gotong royong dipusatkan di wilayah Dusun Mekar Jaya, dan melibatkan masyarakat dari RT.018, RT.014, dan RT.004 yang ada di RW.005. Aksi bersih-bersih ini digerakkan langsung oleh Bapak Kamal Rudin selaku Kepala Dusun Mekar Jaya Kepenghuluan Serusa, yang mengajak warganya untuk membersihkan parit-parit serta semak-semak yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Pj. Kepenghuluan Serusa, Herman, S.E., menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini dan menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menangani ancaman penyakit. “Kami sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga. Ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus langkah preventif yang sangat penting dalam upaya menekan penyebaran kasus malaria di wilayah kita,” ujar Herman.
Pembersihan difokuskan pada parit-parit yang tertutup sampah dan tanah, serta semak-semak liar yang tumbuh di sepanjang jalan dusun. Lingkungan yang tidak terawat seperti ini sangat berisiko menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Anopheles, penyebab utama malaria.
Kegiatan dilakukan dengan mengedepankan prinsip pencegahan dengan membersihkan seluruh titik yang dianggap potensial menjadi sumber penyakit. Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian gotong royong lanjutan yang direncanakan secara berkala selama masa penanganan KLB.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan yang terus ditanamkan, Pemerintah Kepenghuluan Serusa berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan kesehatan terus meningkat, sehingga kasus malaria dapat ditekan secara signifikan.





